Newsflash

Dear Friends,

Starting this coming October, your Tuesday nights will never be the same.

 
powered_by.png, 1 kB
Home arrow OUR BLOG! arrow Cerita hitam di balik hijaunya biji kopi...
Cerita hitam di balik hijaunya biji kopi... PDF Print E-mail
Written by Irvan Helmi   
Monday, 11 February 2008

Dear friends,

Kok serius amat ya judulnya.. :-/
Mau bagi cerita sedikit ni.. soal perdagangan kopi terutama di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia.

Hmm.. biar agak-agak dramatis, kita mulai dari fakta ini de.. Dari setiap cangkir kopi yang kita minum itu rata-rata ada 40 butir biji kopi di dalamnya.. dan setiap biji kopi Indonesia itu hand-picked oleh para petani.. Sebut aja misalnya nama pak taninya adalah pak Yatno (keinget seniman kayu dari Wonogiri yang ngerjain sofa di anomali..)

Nah pak Yatno itu dibayar untuk setiap keranjang yang berisi buah kopi petikannya. Pohon kopi berbuah 2 kali dalam satu tahun, itupun kalau micro-climate-nya mendukung. Kalau ga mendukung, pak Yatno cuma dapet sedikit dan kualitasnya pun buruk. Selain buah kopinya kurang bagus, cara pemrosesannya di mayoritas daerah di Indonesia masih tidak sesuai dengan standar internasional. Banyak cara pengeringan yang dilakukan dengan cara dijemur di atas tanah.. mungkin maka dari itu rasanya agak-agak earthy.. :p hehee.. ga juga si..

Karena pemrosesannya yang tidak sesuai dengan standar internasional itu harga kopi kita masih kurang di-appreciate. Malahan banyak yang beli dari Vietnam, karena kualitas dan harga jualnya yang modest, dan juga mereka bisa hasillin lebih banyak buah kopi per-hektarnya dibandingin ama kebun-kebun pak Yatno.. :(

Udah kurang di-appreciate.. nah ini dia inti ceritanya.. pak Yatno dibayar dengan rendah banget.. malahan yang paling diuntungkan adalah para middle-man.. ada banyak banget middle-man (MM) di perdagangan kopi kita.. ada MM yang "jaga" dikebun.. abis itu ada lagi MM yang beli untuk dibawa ke kota.. ada lagi MM yang dagangin langsung ke pembeli biji kopi mentah.. Udah ga lagi buat kita kaget, kalo ini semua ada sistemnya.. jadi harus "pinter-pinter" untuk bisa beli langsung dari koperasi petani.. beli langsung dari petani juga beresiko MM itu akan marah sama petaninya.. huuuuuuuhh.. agak ribett yaaaa... abeeeeeesss... :(

Makanya itu ada istilah Fair Trade di dunia perdagangan kopi. Fair Trade itu adalah pembelian oleh pabrik kopi (e.g. Anomali Coffee), ke pihak penghasil langsung tanpa MM.. that's  really the challenge... Tapi kalau semua penghasil kopi bisa pak Yatno-pak Yatno bisa lebih dapet penghargaan yang "fair".. makanya itu disebut Fair Trade..

Kita mesti yakin si kalo Fair Trade itu ga cuma bisa terjadi di perkebunan Amerika Latin tapi juga bisa di tanah kita sendiri.. Amiin.. Let's hope for it and make it real!

"People say that great things come to those who wish and long for it..."

-Anomali Coffee-
Specialty Coffee for special people

Last Updated ( Monday, 11 February 2008 )
 
Next >
© 2010 Anomali Coffee
PT Riva Suprema