Kami adalah sponsor mesin Indonesian Barista Competition 2011

Ternyata tidak semua orang tahu arti dari kata yang ada di judul jurnal ini: “Barista”. Mungkin kita mulai dulu dari definisinya ya.. Jadi Barista adalah bahasa Italia yang artinya “Bartender”.. Tapi Bartender aja bukan bahasa Indonesia ya.. Kalau penjelasan dalam bahasa, Barista adalah seseorang yang bertugas untuk membuat kopi. Simple. Tapi kenapa rasa kopi di tiap kedai bisa beda, bahkan rasa kopi di kedai yang sama tapi beda cabang saja bisa beda. Semua itu terjadi karena minuman kopi itu sangat tergantung dari:

1. Miscela (coffee blend)
2. Macinazione (coffee grinder)
3. Macchina (coffee machine)
4. Mano del Barista (touch of the Barista)

Sesuai dengan tugasnya seorang Barista harus memiliki pengetahuan dan keterampilan soal kopi yang dapat dibuktikannya pada hasil ekstraksi kopi. Kalaupun rasa kopinya yang menurut kita asam atau pahit, tapi asalkan sesuai dengan penjelasan yang lengkap dari Baristanya, maka ia tergolong Barista yang baik. Agak ekstrim penjelasannya memang. Tapi maksudnya kalau dia bisa menjelaskan serta membuktikan karakter rasa kopi yang dia inginkan, harusnya ia juga bisa membuat sebuah karakter rasa yang baru dan diterima oleh pasar, misalnya yang sedikit asam, tingkat kepahitan yang medium serta aroma yang intense.

Untuk mencapai itu, Barista harus mengetahui jenis kopi, agar ia dapat memilih karakter mana yang ia inginkan di espresso-nya. Misalnya Sumatra terkenal dengan kekentalannya dan Java Kayumas terkenal dengan intensitas aroma dan rasa herbal. Barista harus dapat mencampur dua region tadi ke sebuah blend yang hasilnya sesuai dengan yang ia inginkan (ingat: tidak selalu high body berarti baik, ada yang suka espresso terasa betul asamnya), semua tergantung selera.

Maka dari itu Specialty Coffee Association of Indonesia, sebagai asosiasi yang mengembangkan kopi “specialty” (dibaca: kualitas nomor 1 dengan kriteria spesifik), mengadakan kompetisi ini. Kompetisi ini akan berjalan 2 tahap. Babak penyisihan/seleksi lalu grand final. Babak pertama dilakukan di 5 kota yaitu Bali, Jogjakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Untuk lebih detil mengenai jadwal dan informasi dapat klik disini. Peraturan singkatnya adalah dalam 15 menit kompetitor harus membuat 4 minuman untuk setiap 3 jenis minuman. Tiga jenis minuman tersebut adalah espresso (25-30 ml), cappuccino dan signature drink.

Untuk dapat menunjukkan dalamnya pengetahuan Barista, diperbolehkan membawa kopi dan perlengkapan masing-masing. Namun yang tidak pernah terjadi adalah peserta membawa mesin kopinya sendiri.. selain karena berat (50-60kg), pasti juga karena mesinnya yang sudah sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Anomali Coffee bekerja sama dengan Rotaryana menjadi sponsor mesin Nuova Simonelli untuk digunakan di Indonesian Barista Sompetition 2011! Mesin yang digunakan untuk roadshow ke 5 kota (Bali, Jogjakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta) adalah Nuova Simonelli tipe Appia 2G. Bayangkan repotnya bawa 2 perangkat mesin espresso dan grinder ke mana-mana.. kalau saja mesinnya mudah rusak, mungkin kita tidak seberani ini.. :) Sedangkan pada Grand Final IBC 2011, mesin yang digunakan adalah tipe Aurelia. Tipe mesin tersebut yang digunakan untuk World Barista Championship sejak tahun 2009.

Kalau mesinnya sudah sama dengan yang diluar negeri, berarti tinggal Baristanya saja yang membuktikan diri bahwa kualitas kita tidak kalah dengan Barista luar negeri!

Maju terus Barista Indonesia!